You Are My Poetry

TERSESAT
Katamu ingin bersama, nyatanya mendekat saja kau malu.
Katamu ingin segera, nyatanya menatapku saja tak berani.
Katamu ingin menjelajah semua, nyatanya itu lagi itu lagi.
Katanya gunung menguatkan mentalmu, nyatanya berucap didepanku saja tak mampu.
Katanya perjalanan membuka pandangan, nyatanya kau tak pernah memahamiku.
Katamu bahagia itu bisa sendiri, nyatanya cerita galau mengisi hari-harimu.
Katamu aku harus mandiri, nyatanya kamu tak kuat sendiri.
Katamu aku harus kuat, nyatanya kamu lemah tanpaku.
Katamu…..bahkan kau tak tau apa yang kau katakan.

Seberapa jauh kakimu menjelajah, nyatanya kamu tak pernah menjelajah isi hatimu.

Seberapa besar keingintahuanmu tentang dunia, nyatanya kamu tak pernah tau apa yang kamu inginkan.

Kau…tersesat dalam diri, lalu bagaimana kau akan menemukanku.

~EMY 2017~

SAKIT HATI

Kau membuatku lebih rendah dari tempatmu yang tak lebih tinggi dariku.

Kau bilang punyaku jelek sambil memamerkan punyamu yang tak lebih bagus dariku.

Kau tersenyum sinis mendengar kisahku sambil menangis pilu meratapi kisahmu.

Kamu mencari tandinganku sambil meredam mimpi untuk menandingi.

Kamu acuhkan lalu mengejar.

Aku sudah lupa, jangan lagi mencariku.

Sakit hati? Salah siapa!

~DM 2015~

.

TULUS

Dalam pelarian pikiranku dengan tatapan kosong.

Kau lukis senyum dibibirku yang kelu.

Kau cairkan hatiku yang beku.

Kau dampingi hariku yang tanpa asa.
Dalam langkah tak berarah di kesunyian hati.

Seseorang yang kemudian aku bergantung dan tak bisa jauh.

Seseorang dalam debat yang sengit namun berakhir dalam pelukan.

Seseorang yang kemudian aku berbagi dan berkorban.

Tanpa topeng tulus merefleksikan diri ini.

Pintu ini menemukan kunci yang pas.

Mungkin ini namanya soulmate, teman hidup.

Celakanya pintu ini berpalang, membentengi diri.

Karena awan gelap membayangi dibalik pintu.

Walau disana jalan kita terlihat searah, namun dalam 2 jalur yang berbeda.

Kulepaskan ego ini namun kau menggenggamnya erat.

Ironi, berpisah jalan dipersimpangan ego bukan perbedaan.

Kusadari kehadiranmu hanya sebagai pemberi warna dan penawar luka.

Namun mengikat hati dalam sakit yang lama sembuh.

.
~RFR 2010~

.

BERUBAH

Kau datang saat ku jenuh menunggu.

Kau sambut gayung dalam kata “Bismillah”.

Begitu tergesa-gesa diburu nafsu.

Hingga lupa menyiapkan pakaian.

Dan pergipun lebih baik daripada malu.

Tahukah kau…

Senyumku meringis, lembutku mengeras, asaku nelangsa.

Hingga aku berubah, bukan yang dulu lagi.

.
~SAJ 2009~

.

SALAH

Tatapan yang menangkapku sejak awal.
Kuterima saja hadirmu disaat sendiriku dan perasaan kosongku.

Cinta dan kepercayaandiri itu memberanikanmu, berusaha dekat dan setara.

Namun kisah lama yang nyaris mati menarikku pergi.

Inilah karma yang kutelan dalam kisah yang menggantung.

Kupanjatkan hasrat melupakan dalam doa.

Dalam kesendirianku lagi kini dan dirimu yang telah berdua.

Ada rasa yang kembali menyeruak, semakin menjadi dalam pertemuan.

Maafkan kisah ini harus terkubur, salah untuk dikenang dan diteruskan.

~HH 2008~

.

PENGECUT

.
Beranimu menatap dikejauhan, namun gemetar dikala dekat.
Beranimu saat tersaingi, namun takut memulai.

Kisah menggantung dalam waktu yang bergulir, kau masih seorang pengecut.

Menunggu yang sia-sia saat yang lain disia-siakan.

Cinta atau setia kah, yang jelas kebodohan.
Sesakku dalam tangis dan doa melupakanmu.
Pergi dalam pelarianmu yang lama dan kembali dalam perdebatan konyol.
Apalah arti perjuanganmu kini saat aku tak lagi ingin diperjuangkan.

.
~AA 2008~

.

TERBAIK

.
Lurus dan sempurna dalam kesan pertama.
Berani memberi kepastian saat diri melamun dalam bayangan tak pasti.
Kutinggalkan harapanmu dalam tanya yang tak terjawab.

Kau menunggu disana dan aku melupakan disini.

Entah apa yang kupalingkan dan kuabaikan, hati tak jua terpaut.
Malu dan rindu saat kedua, namun belum juga tersadar.
Dan karmaku dihempaskan oleh harapan.
Saat ku tersadar, kau telah berlalu.

Dan tanyapun kini mendapati jawaban.

Dalam kesadaran dan penyesalanku, kau yang terbaik.

~HMF 2008~

.

TETAP CINTA

Menerimamu adalah ketakutanku atas kehilangan cinta dan harapan atas penyembuh luka.

Tertawaku pada karmanya dan wajahku berpaling jahat.

Tak terlintas kau menjadi pelampiasan dendamku.

Dalam ketulusan cinta dan pengorbananmu.

Tak jua tumbuh cinta, ku hanya berbalas budi.

Semakin kuat ikatanmu, semakin besar kuingin berontak.

Pertemuan dikesendirianku dan kau yang telah berdua.

Cinta lama bergejolak kembali, di hatimu?

Nyatanya kau nyaris tak pernah menempati hatiku.

Sekian lama, cintamu masih untukku?

~RH 2004~

.

SELAMAT TINGGAL

Terpincut pada senyum tulusku tanpa maksud.

Perhatianmu pelariankah atau tersiram cinta?

Nyatanya kau buatku terjatuh dalam cinta.

Aku tak sabar dan dia memberi kepastian.

Salah siapa, balasanmu menghancurkan hatiku yang baru terbentuk.

Keterpaksaan dengannya atau mencintaiku pilihannya.

Satu dekade berlalu kau masih dengan cinta yang sama, dan aku masih dengan benci yang sama.
Selamat tinggal kasih yang mendahuluiku untuk selamanya.

~DA 2000~

.

KEKASIH PERTAMA

.
Kali pertama yang kukira kan menjadi kali terakhir.

Mimpiku terlalu jauh dan kau cuma becanda.

Aku adalah bahan pameran, bukan untuk berdampingan.

Kau bilang masih suka?

Kecewaku melenyapkan namamu dari hatiku.

~A 1998~

.

CINTA PERTAMA

Angan tentang cinta

Mengagungkan tanpa logika

Terlarut hanyut di lautan perjuangan

Terseret ombak hingga membiru

Terlunta menapaki tepian pantai

Dalam langkah terseok

Dalam pandangan kabur

Angan berganti haluan

Dalam kenangan air mata

~AT 1998~

.

PUBER

Gejolak masa

Pengalih pandangan

Histeris kekaguman

Dalam seni yang terkuak

Pada suatu masa yang singkat

~JA 1995~

.

SECRET ADMIRER

Memandang di kejauhan

Cinta dalam gerilya

Mengintai dalam diam

Berjuang tak kenal lelah

Dan aku enggan menoleh

~TH 1999~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s