Review Buku-Anger Management : Asah EQ untuk Kelola Emosi

Anger Management

Belakangan ini kita sering melihat banyak orang serasa tidak malu lagi menumpahkan amarahnya didepan umum. Mulai dari perkelahian di pusat perbelanjaan karena kasus perselingkuhan, caci maki di media sosial atau elektronik, hingga saling pukul anggota dewan saat rapat. Kehidupan saat ini memang sudah begitu kompleks dan permasalahan pun semakin pelik. Cerdas menyikapi hidup saat ini tidak lagi semata-mata bergantung pada IQ (Intelectual Quetion), namun jauh lebih penting untuk memiliki EQ (Emotional Quetion).

Mempelajari masalah EQ ini saya berkesempatan untuk membaca buku Anger Management karya pasangan yang berprofesi sebagai psikolog, yaitu Dandi Birdy dan Diah Mahmudah. Latar belakang psikologi dari kedua penulis ini memberikan input profesional untuk buku ini yang menyuguhkan paparan dan solusi serta praktek yang tepat sasaran karena dari ahlinya langsung. Setelah membaca buku ini, saya seperti terbang kembali ke masa lalu, kemudian diam merenungi masa kini dan melamun merencanakan masa depan.

Membaca buku ini cukup membuat hati bergetar saat mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Siapa sangka bahwa ransel emosi yang kita bawa selama ini bisa jadi berasal dari luka masa lalu yang belum selesai. “It’s ok to be not ok”, salah satu kalimat sakti dalam buku ini yang sangat menohok saya. Seperti gambaran keadaan saat ini, dimana seringkali kita mengelabui keadaan dan perasaan kita sendiri, yaitu berpura-pura bahagia dan tidak punya masalah. Melalui buku ini pula saya memiliki gambaran masa depan yang akan saya bangun kelak dalam berkeluarga dan mendidik anak. Jangan sampai kesalahan masa lalu terulang kembali di masa depan.

Buku ini keren karena tidak hanya memaparkan teori darimana emosi itu berasal, namun juga praktek penyembuhan berupa Self Healing Therapy. Selain pendekatan psikologis, dijelaskan pula pendekatan agama untuk proses healing ini. Prakteknya pun sangat mudah dan bisa dilakukan sendiri. Sebagai seorang psikolog, penulis juga membuka kelas praktek healing therapy. Bila penasaran, saya sangat rekomendasikan untuk membaca buku ini dan rasakan manfaatnya.

Secara keseluruhan saya puas dengan buku ini. Tampilannya yang misterius menggoda untuk dibaca. Isinya pun tak kalah menarik dan sangat berbobot. Selain menarik dan tidak membosankan, buku ini seperti mengajak pembaca untuk “talk to my self”. Bagian yang paling menarik dalam buku ini adalah sesi curhat yang disediakan dalam “Ruang Rasa” yang ngajak pembaca untuk berkomunikasi dua arah dengan cara mengeluarkan isi hati. Walaupun ada sedikit typo dan kalimat tanpa spasi, namun secara keseluruhan setiap kata dan kalimat tersampaikan dengan baik maknanya.

Selepas membaca buku ini, kita akan menyadari betapa pentingnya mengelola emosi untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Coba dan rasakan sendiri perubahan apa yang didapatkan baik secara sudut pandang atau sikap setelah membaca buku ini. Kita sama-sama belajar menjadi orang yang lebih baik dan melalui buku ini kita akan tahu apa dan bagaimana mengelola emosi. Selanjutnya, kamu akan penasaran dengan kelanjutan dari proses kelola emosi ini, yaitu “Talents Mapping”. Ada bukunya juga loh. Selamat membaca…

Published by Arlindya

I'm shy & quite, but think lover. Simple but elegant. Sometimes think to much & forget to walk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: