Menulis dan Menerbitkan Buku? Cari Tahu Bersama Penulis Nunik Utami 

          “Menulislah agar dunia mengenalmu”  

Diskusi dengan Mba Nunik Utami (tengah) didampingi ketua Klub Kubbu Mas Achi (kiri) dan Bang Eka (kanan)


          Acara yang digelar salah satu klub Backpacker Jakarta (BPJ) yang bergerak dalam bidang literasi, yaitu Klub Kubbu (Blogger & Buku) pada Sabtu 14 Oktober 2017 lalu ini dihadiri sekitar 60 peserta dari komunitas BPJ dan Klub Kubbu. Tema yang diangkat oleh ketua klub Mas Achi dan Bang Eka yaitu “Menulis dan Menerbitkan Buku” bersama narasumber Penulis keren Mba Nunik Utami. Acara ini bertempat di ruang Auditorium lantai 4 gedung Perpusnas RI yang baru di Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Continue reading “Menulis dan Menerbitkan Buku? Cari Tahu Bersama Penulis Nunik Utami “

Advertisements

Rasa itu Hilang Ditelan Kemisterian Pulau Moyo

“Go travels and find experience that money can’t buy”

Prolog

Tidak ada yang lebih sial dari hari Senin pagi yang banjir karena hujan deras yang mengguyur kota Jakarta sejak tadi malam. Belum lagi desakan calon penumpang commuter line di Stasiun Manggarai seperti berebut sembako ketika kereta jurusan Bogor datang. Kaki pun jadi korban injakan dan badan seakan menyusut diapit buldoser, itupun masih untung bisa selamat masuk kedalam kereta. Perjalanan yang sebentar sebenarnya menuju Stasiun Tebet, namun perjuangannya sungguh dahsyat.

Lega rasanya seperti ketika menginjakkan kaki di Stasiun Tebet. Diseberang sana angkot sudah menunggu. Dengan sedikit menerobos hujan akhirnya bisa duduk nyaman juga didalam angkot. Daripada melamun di angkot menatapi hujan, Danu mengeluarkan hp dari dalam tasnya. Iseng-iseng dia membuka galery foto. Ada foto yang menyolok dalam galerynya. Ternyata foto Vanya ketika trip Pulau Tidung 3 bulan lalu. Difoto itu wajah Vanya terlihat cantik dengan dress pink dan panorama pantai sebagai background-nya. Sejenak Danu khilaf dengan  kesialan hari itu. Sambil memandangi foto Vanya, Danu bergumam dalam hati : “ahh, wajahmu mengalihkan duniaku” 

One Unfine Day

Luna : “Damn ! banyak banget email yang belum gue bales…aarrggh”

Hari itu hectic sekali dan  membuat Luna tak hentinya bergumam dalam hati “pengen liburan”. Mejanya berantakan penuh kertas. AC kantor seakan tak berfungsi terlihat dari dress merah pendek bermotif batik yang dikenakannya basah dengan keringat. Sejak siang ia mondar mandir didepan meja kerjanya. Rambut pendeknya pun terlihat tak beraturan.

Jam menunjukkan pukul 8 malam dan Luna masih berusaha membalas email-nya satu persatu. Ruangan pun sudah mulai sepi. Yang tersisa hanya Bunga dan 2 orang team-nya di pojok ruangan dekat jendela.

Continue reading “Rasa itu Hilang Ditelan Kemisterian Pulau Moyo”