Menerawang Masa Depan Generasi Millenial

          Generasi Millenial mungkin punya cara pandang baru tentang hidup yang berbeda dengan generasi sebelumnya. “Hidup itu untuk dinikmati”, begitulah kira-kira pola pikir generasi ini. Apalagi zaman Generasi Millenial adalah era digital dimana kehidupan medsos sangat digandrungi dan gaya hidup yang serba online menjadi hal kekinian banget. Surga dunia, internet yang memberikan one-stop entertainment mulai dari musik, film, browsing hingga aplikasi online sangat memanjakan generasi ini. Travelling pun menjadi icon baru untuk anak muda gaul. Kesan anak muda gaul saat ini tidak lagi tentang nongkrong di cafe sambil ajeb-ajeb atau keliling kota dengan mobil sport. 

          Gaya hidup Generasi Millenial ini yang doyan travelling terkesan foya-foya menghabiskan uang. Quote tentang travelling bertebaran seolah menegaskan bahwa travelling adalah sesuatu yang wajib dilakukan sebagai investasi pengalaman. Pengalaman selama travelling dinilai lebih berharga dibanding investasi lain. Kepekaan sosial, menghargai budaya dan mensyukuri nikmat Tuhan atas keindahan alam adalah bentuk dari pengalaman travelling. Alhasil, uang habis untuk investadi pengalaman travelling bukan investasi barang.

          Tentang kepribadian Generasi Millenial, beberapa analisa menggambarkan generasi ini  tidak bisa bertahan lama pada satu pekerjaan. Mereka cenderung bosan dan berpindah-pindah. Kemungkinan pekerjaan yang mapan akan sulit. Terlihat jauh dari kesan loyal dan mau berjuang di suatu perusahaan. Mungkin jenis pekerjaan yang membosankan akan ditinggalkan dan memilih pekerjaan yang lebih dinamis, mobile dan menantang. Seperti jiwa petualang saat travelling yang penuh dengan tantangan.

          Minim investasi barang dan pekerjaan yang tidak tetap membuat kekhawatiran tersendiri tentang masa depan generasi ini. Zaman telah berubah dan kini saatnya era digital. Bagi yang tidak beradaptasi dengan perubahan mungkin akan berakhir dengan jobless atau paling mentok buka usaha sendiri agar bisa bertahan hidup. Pekerjaan rutin dan administrasi yang monoton akan segera tergantikan dengan mesin-mesin otomatis. Tenaga manusia yang paling dibutuhkan kedepannya berupa kreatifitas, ide-ide serta gagasan. Pekerjaan yang akan membuat Generasi Millenial ini bertahan yaitu yang berhubungan dengan teknologi, IT, digital, broadcast dan marketing. Sesuai dengan perkembangan zaman serta kepribadian Generasi Millenial.

          Begitu pula dengan semakin pelik nya permasalahan hidup saat ini, membuat investasi barang tidak cukup memuaskan batin generasi ini, namun travelling lah obat yang paling mujarab. Investasi pengalaman berupa travelling akan memuaskan kebutuhan sesaat dan mengabaikan investasi barang dan properti untuk kebutuhan jangka panjang. Lalu masa tua akan tinggal dimana dan punya apa? Akan ada masanya nanti travelling menjadi begitu menjemukan dan kehabisan tenaga serta uang untuk travelling. Ketika mulai berfikir investasi barang dan properti untuk hari tua, waktunya sudah terlambat. Motto “Masa muda foya-foya, masa tua bahagia, mati masuk surga” mungkinkan diraih? Generasi Millenial sepertinya harus segera mencari alternatif wirausaha dan alokasikan dana untuk investasi hari tua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s