Travelling is the New Wealth

          Hasil survey belakangan ini menunjukkan mall dan pusat perbelanjaan sepi pengunjung, bahkan beberapa ada yang sudah tutup. Pusat gadget terbesar di Jakarta pun dikabarkan sepi dan bakal tutup. Apakah daya beli hidup masyarakat sedang turun? Orang Indonesia terkenal dengan jiwa latah dan cepat bosan. Ada sesuatu yang baru semua orang seperti ingin tahu dan ikut-ikutan namun masanya tidak lama dan akan segera bosan dan meninggalkannya. Seperti nge-mall yang sempat jadi gaya hidup dan clubbbing ajeb-ajeb yang dulu sempat booming, kini semua perlahan ditinggalkan dan beralih ke hal baru travelling yang sedang happening saat ini Continue reading “Travelling is the New Wealth”

Advertisements

Menerawang Masa Depan Generasi Millenial

          Generasi Millenial mungkin punya cara pandang baru tentang hidup yang berbeda dengan generasi sebelumnya. “Hidup itu untuk dinikmati”, begitulah kira-kira pola pikir generasi ini. Apalagi zaman Generasi Millenial adalah era digital dimana kehidupan medsos sangat digandrungi dan gaya hidup yang serba online menjadi hal kekinian banget. Surga dunia, internet yang memberikan one-stop entertainment mulai dari musik, film, browsing hingga aplikasi online sangat memanjakan generasi ini. Travelling pun menjadi icon baru untuk anak muda gaul. Kesan anak muda gaul saat ini tidak lagi tentang nongkrong di cafe sambil ajeb-ajeb atau keliling kota dengan mobil sport.  Continue reading “Menerawang Masa Depan Generasi Millenial”

#Yamaha Mio S, Berkendara “Smart & Stylist” di Ibukota 

          Tak pernah terbayangkan sebelumnya jika sepeda motor akan menjadi moda transportasi saya sehari-hari. Padahal dulu rasanya boro-boro mengendarai motor sendiri, mengerti saja tidak tentang motor. Dulu saya selalu mengandalkan tebengan motor kalau jalan-jalan. Pergi kemana-mana pun masih takut sendirian apalagi perjalanan jauh. Suatu hari, tuntutan pekerjaan mengharuskan saya stand by setiap saat, akhirnya dengan nekat saya pun membeli sepeda motor Mio S dari dealer Yamaha di sebuah mall di Bekasi. Alasan saya memilih Yamaha Mio S karena body-nya yang ramping sehingga ringan dibawa. Saya juga suka modelnya yang feminim dan stylist. Saya pun memilih warna kesukaan saya, yaitu merah marun. Ketika motor Yamaha Mio S dikirim ke mess tempat saya tinggal, saya bingung mau diapakan motor ini, lah wong nyetir saja saya tidak bisa, haha. Beruntung teman mess saya entah baik atau kasihan, dia membantu mengajari saya nyetir sepeda motor ini. Beruntungnya kawasan mess tempat saya tinggal masih sangat sepi, jadi saya dapat dengan mudah dan cepat belajar mengendarai sepeda motor. Hanya dua kali keliling komplek, saya sudah cukup mahir mengendarai Yamaha Mio S pertama saya ini. Ah, bangga sih rasanya merasa cepat belajar dengan hal baru yang sama sekali saya belum kenal sebelumnya. Yah mungkin karena Yamaha Mio S ini adalah motor matic, jadi tidak susah mempelajarinya, cukup atur keseimbangan dan kontrol gas dan rem, langsung cuss deh.  Continue reading “#Yamaha Mio S, Berkendara “Smart & Stylist” di Ibukota “

You Are My Poetry

TERSESAT
Katamu ingin bersama, nyatanya mendekat saja kau malu.
Katamu ingin segera, nyatanya menatapku saja tak berani.
Katamu ingin menjelajah semua, nyatanya itu lagi itu lagi.
Katanya gunung menguatkan mentalmu, nyatanya berucap didepanku saja tak mampu.
Katanya perjalanan membuka pandangan, nyatanya kau tak pernah memahamiku.
Katamu bahagia itu bisa sendiri, nyatanya cerita galau mengisi hari-harimu.
Katamu aku harus mandiri, nyatanya kamu tak kuat sendiri.
Katamu aku harus kuat, nyatanya kamu lemah tanpaku.
Katamu…..bahkan kau tak tau apa yang kau katakan.

Seberapa jauh kakimu menjelajah, nyatanya kamu tak pernah menjelajah isi hatimu.

Seberapa besar keingintahuanmu tentang dunia, nyatanya kamu tak pernah tau apa yang kamu inginkan.

Kau…tersesat dalam diri, lalu bagaimana kau akan menemukanku.

~EMY 2017~

Continue reading “You Are My Poetry”

Desa Eksklusif, Model Pembangunan Ekonomi Tanpa Kelaparan

          Indonesia telah mengalami kemajuan ekonomi yang signifikan sejak era Reformasi dimulai tahun 1998 lalu. Era Orde Baru yang dulu masih didominasi pemerintah dengan segala keterbatasannya dalam pengelolaan sumber daya kini berkembang pesat dengan menggaet investor dengan sistem pengelolaan yang lebih baik dan persentase bagi hasil terbesar untuk Indonesia tentunya. Tidak dipungkiri negara kita masih ketinggalan dari segi SDM dan teknologi maka untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi yang kian mendesak dibutuhkan langkah-langkah signifikan yang tepat sasaran. Seiring pembangunan SDM yang sedang digalakkan guna mencapai kesetaraan dengan bangsa lain baik berupa banch marking ataupun mengadaptasi teknologi luar untuk kepentingan dalam negeri, kiranya mengundang investor untuk berinvestasi adalah langkah cepat untuk menyerap dan mempelajari teknologi baru dan tentunya untuk membangun ekonomi dengan lapangan kerja baru. 

Continue reading “Desa Eksklusif, Model Pembangunan Ekonomi Tanpa Kelaparan”